Cara Mengobati Penyakit Herpes Dengan Memanfaatkan Lidah Buaya

Cara mengobati herpes dengan lidah buaya berikut ini sudah terbukti keampuhannya dan layak anda coba. Pelajari manfaat lidah buaya dalam mengobati penyakit herpes di bawah ini.

Herpes adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit yang satu ini juga kadang disebut penyakit cacar oleh sebagian orang. Penyakit herpes ini sebenarnya cukup dikenal di tengah masyarakat karena kasus penyakit herpes ini cukup banyak di temukan. 

Jika anda menemukan halaman ini saya yakin anda adalah seorang penderita herpes yang sedang mencari solusi bagaimana mengobati dan menyembuhkan penyakit herpes ini. Namun anda tidak perlu khawatir, di bawah ini kami sampaikan kabar baik, sebuah tips cara mengobati dan menyembuhkan penyakit herpes dengan bahan alami yang mudah, yaitu dengan memanfaatkan lidah buaya atau aloevera.

Selain manfaat lidah buaya untuk mengobati penyakit herpes, sudah dikenal luas juga manfaat lidah buaya untuk kecantikan,  yang dapat digunakan untuk : merawat rambut, masker lidah buaya, menghilangkan jerawat dengan lidah buaya, lidah buaya untuk memerahkan bibir, lidah buaya untuk mengobati maag, bahkan bisa dijadikan untuk makanan olahan lidah buaya misalnya : puding lidah buaya. Kali ini yang akan kita bahas adalah manfaat dan cara mengobati herpes dengan lidah buaya.


MANFAAT LIDAH BUAYA UNTUK MENGOBATI HERPES

Di atas kita sudah menyinggung tentang lidah buaya untuk mengobati herpes. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang lidah buaya sehingga memiliki manfaat untuk mengobati penyakit herpes :
  • Manfaat lidah buaya sudah dikenal luas. Lidah buaya, sudah sejak lama digunakan sebagai salah satu jenis tanaman yang mempunyai banyak khasiat terhadap kesehatan kulit. Tanaman dengan nama lain Aloe Vera ini sudah terbukti mempunyai kandungan yang mempu membunuh virus dan bakteri yang menjadi penyebab penyakit herpes.
  • Senyawa anti-inflamasi yang ada dalam lidah buaya mempunyai khasiat dalam penyembuhan luka yang timbul akibat penyakit herpes. Bahkan pengobatannya langsung di lakukan pada sumber peradangan yang terjadi. Sehingga akan efektif.
  • Kandungan antivirus yang ada dalam lidah buaya bukan hanya membunuh virus dalam tubuh saja. Tetapi, kandungan ini juga bisa menghambat reproduksi virus herpes. Sehingga penyakit herpes tidak akan kambuh lagi.
  • Selain itu, lidah buaya juga mempunyai kandungan yang terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dimana kandungan ini sangat dibutuhkan untuk kesehatan. Sehingga tubuh akan tetap sehat dan terhidnar dari berbagai jenis penyakit.



LANGKAH CARA MENGOBATI HERPES DENGAN LIDAH BUAYA

Untuk mengobati herpes dengan lidah buaya, cara penggunaannya sangat mudah :
  • Siapkan batang lidah buaya. 
  • Kemudian cuci hingga benar-bener bersih. 
  • Kupas kulit lidah buaya dan ambil gelnya. 
  • Oleskan gel lidah buaya tersebut pada bagian kulit yang terkena hepers.
  • Lakukan ini dalam 2 atau 3 hari, herpes akan mengering dan membaik.



cara mengobati menyembuhkan penyakit herpes dengan lidah buaya


MENGENAL JENIS - JENIS PENYAKIT HERPES

Setelah di atas kita mempelajari manfaat lidah buaya dalam mengobati penyakit herpes dan langkah langkah pengobatannya, ada baiknya kita mengenal lebih jauh tentang penyakit ini dengan mengenal jenis - jenisnya.

Ada dua jenis penyakit herpes yang paling umum terjadi yaitu herpes zoster dan herpes simpleks, yang bisa diderita oleh semua orang, bahkan anak-anak, lewat kontak fisik dengan pembawa virus. Berikut dua jenis herpes yang umum ditemukan adalah sebagai berikut :

1. Herpes zoster

Virus herpes zoster berasal dari virus cacar air. Jadi, orang yang mengalami herpes zoster adalah mereka yang pernah terinfeksi cacar air. Berdasarkan data Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI yang dikumpulkan dari 13 Rumah Sakit Pendidikan sepanjang 2011 hingga tahun 2013, prevalensi herpes zoster di Indonesia mencapai 2.232 kasus.

Herpes zoster biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Sementara mereka yang  berusia di bawah 50 tahun, sangat mudah terkena bila ada pencetus lain yang menyebabkan imunitas menurun seperti kehamilan, penyakit berat kronis seperti kanker, TBC, HIV, dan kelelahan fisik.

Menarik untuk diketahui, 60 persen yang pernah menderita cacar air, berisiko terkena herpes zoster. Pasalnya, saat seseorang sembuh dari cacar air, virusnya tidak hilang dari tubuh namun bersemayam di saraf tulang belakang hingga puluhan tahun lamanya. Virus itulah yang akan berubah jadi herpes zoster apabila seseorang mengalami penurunan imunitas, karena kelelahan fisik, karena kehamilan, atau karena penyakit, dan karena faktor usia (manula).

Bila cacar air dapat menyebar ke seluruh tubuh, herpes zoster justru bersifat localize, hanya timbul pada salah satu area tubuh saja dan tidak akan melewati garis tengah tubuh. Misalnya, saraf leher berhubungan dengan area wajah, saraf yang torakal di tulang belakang dan area dada berhubungan dengan lengan dan punggung. Saraf sakral berhubungan dengan pinggul dan perut, serta saraf lumbal berhubungan dengan kaki.

Saat terinfeksi herpes zoster, secara kasat mata mungkin kita sulit membedakannya dari peradangan kulit yang disebabkan oleh gigitan serangga atau penyakit kulit lain seperti dermatitis numularis. Yang paling membedakan tentunya, rasanya. Herpes zoster merupakan penyakit radang kulit atau radang saraf tepi, sehingga menyebabkan sensasi yang beragam seperti gatal, perih, dan nyeri yang memberi rasa tidak nyaman bagi penderita.

Bila dipicu oleh penyakit berat kronis, maka herpes zoster akan lebih luas. Kemudian bisa berakibat fatal pada saraf, maka perlu penanganan yang baik oleh dokter. Sebab terkadang, walau herpes sudah sembuh, namun rasa gatal dan perih masih terasa di area bekas herpes zoster. Kondisi ini biasanya disebut dengan neuritis (radang saraf pasca herpes). Sehingga pasien memerlukan pengobatan nyeri saraf.

2. Herpes Simpleks

Herpes jenis lain adalah herpes simpleks (genital) yang terbagi dua, yaitu HSV-1 dan HSV-2, tergantung letak dimana herpes itu timbul. Infeksi HSV-1 terjadi di area mulut dan bibir, sedangkan HSV-2 timbul di area genital.

Berbeda dengan virus yang menyebabkan cacar itu yang menular melalui droplet (percikan cairan yang keluar lewat mulut saat kita bicara, bersih, batuk) atau dari lewat benda, virus herpes simpleks menular melalui gesekan kulit dengan kulit.

Data WHO 2012, diperkirakan 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun atau 67 persen dari populasi manusia memiliki infeksi HSV-1, salah satu jenis herpes simpleks. 

Herpes simpleks biasanya timbul satu-satu, tidak mengumpul, berbentuk bintik merah lenting, kemudian menyebar dengan bentuk yang sama. “Herpes zoster pun, dapat timbul di area mulut atau genetilia, maka untuk membedakannya harus dengan diagnosis dokter,” kata dr. Suksmagita.

Dibandingkan dengan herpes zoster, herpes simpleks lebih membuat tidak nyaman. Luka lebih luas, lebih terasa nyeri, apalagi bila terjadi di area genital, akan menyebabkan kelembapan. Luka-luka itu dapat menjadi pintu masuk bagi virus lain atau bakteri. Bila bakteri masuk melalui luka tersebut, akan menimbulkan radang lain yang ditandai dengan adanya nanah.